Langsung ke konten utama

Surat untukmu dan Jogja

Selamat malam... Kamu pasti sedang menonton bola, kamu tidak lupa mengerjakan tugasmu dan menyiapkan jadwal untuk besok kan ? Bagus. Aku ingat tempo hari kau masih sempat membalas isi pesanku meski dengan sangat singkat, aku paham kau pasti takut ketinggalan satu detik saja dari 90 menit yang ada. Ingat jangan minum lebih dari 5 cangkir kopi malam ini atau hari Senin besok kamu gagal ikut ujian praktik olahraga. Oh iya, aku ingin memberi tahu mu aku sudah mendaftar kuliah di sebuah PTN di Jogja, kamu pasti mendukung, kan ? Aku sudah menulis sebuah surat untuk Jogja, haha jangan sangka kalau aku sudah gila. Kamu mau tahu isi suratnya, baik jadi isinya begini :
"Untuk Kota Yogyakarta yang aku lupa kapan terakhir kali aku kunjungi, aku ingin beberapa bulan lagi kita dapat bersatu, aku ingin pantaimu, kebudayaanmu, dan orang bilang kau kota pelajar? Nah, bagaimana jika aku menjadi bagian dari sebutan itu? Maksudku aku menjadi pelajar juga di situ. Kau jangan berbesar kepala, ah maksudku kau pantas berbesar kepala karena aku jatuh cinta padamu. Entah, ketika aku mendengar namamu aku seperti terbawa ke ruang nostalgia tapi tentang masa depan. Aku ingin kuliah disitu dan berharap dapat banyak belajar darimu Jog em maksudku Ja, haha apapun panggilanmu. Kau pasti akan menyambutku dengan ramah dan setuju jika aku menjadi bagianmu kan? Iya kan? Wah, terimakasih. Baiklah sampai jumpa bulan Mei ya"
***
kurang lebih begitu isi suratnya. Huh! Sudah kuduga kamu pasti menertawaiku! Ya sudah, sudah malam, jangan lupa minum obatmu dan tidur. Selamat malam masa depanku yang sedang dalam dunia mimpi, segera sadar dari mimpi panjangmu. Kamu betah sekali tidur di rumah sakit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.