Aku menyesap kedinginan malam ini dalam cangkir kopi berwarna biru pastel sambil sesekali melirik jam dan berharap tumpukan kertas-kertas tugas di depanku ini segera berkurang. Mataku lelah, selelah hati pasangan yang dipisahkan jarak yang menunggu kabar tapi tak terpenuhi, yang hidupnya bersesak sesakan dengan kerinduan Satu jam...dua jam...23:56 Ah, lelah juga, akhirnya aku memutuskan meninggalkan beberapa tugas yang belum selesai padahal deadline tugas tersebut adalah besok. Entah apa yang akan terjadi besok, entah pula yang terjadi pada pasangan jarak jauh yang putus asa. Aku bergegas tidur. Sebelumnya Handphoneku menampilkan sesuatu, reminder yang berisi ulang tahun Dimas. Pikiranku terbang, menerawang ke beberapa waktu lalu saat kami masih bersama. *** Suatu sore dalam bait-bait detik yang kami lalui di jalanan kota, kami bercerita, kami tertawa. Bercerita tentang apapun dengannya adalah masa yang tak mudah aku lepaskan dari memori. Saat kami ...
Let's have a sisters date by talking about everything you like and worry