Berikut ini adalah sedikit cuplikan dari cerpen saya "Analogi Kopi dan Awan" tokohnya adalah Vio (penulis, coffee blogger) dan Awan (barista) "Aku jatuh cinta dengan kopi pertama kali saat kakekku, pekerja malam itu selalu menyesap cangkir demi cangkir kopi diantara kertas-kertas dan mesin tiknya yang sudah seret. Beliau berkata: "Kopi itu memiliki cita rasa yang hampir sama dengan kehidupan, there's sweet, bitter and sometime sour. And to be here with you is the sweetest one." Beliau berkata seperti itu sambil matanya berkaca kaca. Saat itu aku masih SD dan belum tahu apa-apa mengenai kehidupan. Sejak kecil aku memang hanya tinggal dengan kakekku. Sekarang aku baru tahu apa maksudnya" - Vio "Capucinno di Italia hampir hanya disajikan untuk makan pagi, seperti ucapan 'Buenos Dias' yang aku dapat dari pelanggan setia dipikiranku, kamu." -Awan Dan ini adalah bagian terakhir dari cerpen saya yang diucapkan Awan : "Aku mau hid...
Let's have a sisters date by talking about everything you like and worry