Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

TM Day-2 17 Agustus 2013

Second day TM, we have to attend a 'pitulasan ceremony' to commemorate Indonesia's independence day and to welcome the freshmens. Yes, us. Jadi di hari tersebut kami berkumpul di depan C13 jam 05.30 an sesuai gugus yang udah dibagi dan kami neriakin yel-yel yang udah dihapalin, setelah itu secara berurutan kami digiring ke lapangan kebetulan saya dapet tempat di belakang---ya nggak belakang-belakang banget sih, soalnya yang belakang-belakang dipakai buat yang pake pita--- cuman bisa denger suara tratakdungces (read:marching band) dan suara pak rektor serta suara derap sepatu para paskibra tanpa bisa melihat wujudnya #nasibkurangtinggi. Sebelumnya seseorang menyuruh semua maba meletakkan almamaternya di sebelah kanan, ditaruh di tanah. And you know? That field was full of dusk. Oh meeen sebagai seorang maba kita pasti nggak tega almamater yang baru didapet udah disuruh diletakin di tanah kan? mereka harus bergulat dengan debu, semoga mereka nggak bersin-bersin, aamiin. Seben...

Technical Meeting FBS UNY'13 Day 1

Waktu itu Technical Meeting (TM) hari pertama tanggal 16 Agustus hari Jumat, kami sudah harus berkumpul pagi-pagi di depan C13. Disana sudah ada kakak-kakak yang bawa plang nama-nama senjata daerah dan beberapa maba terlihat desak-desakan di sebelah selatan, mereka melihat pembagian gugus, saya kemudian ikut berdesak-desakan bersama mereka. Mencari nama, prodi dan gugus saya. Setelah ketemu saya ikut berbaris di belakang kakak-kakak yg membawa plang bertuliskan 'Jenawi'. Semua sudah mendapat kelompok/gugus, kami berkenalan satu sama lain meskipun kadang-kadang lupa lagi namanya, setelah itu kami dikondisikan di Stage Tari. Ada acara sambutan, penugasan, dll. Di hari itu kami juga diberi tahu yel-yel. Saya masuk FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) jargonnya adalah "Satu Jiwa Mengukir Karya" dan ada beberapa yel-yel yang oke abeesss. Dari stage tari kami berkumpul per gugus, gugus saya berkumpul di parkiran mobil. Kami berkenalan lagi, menyebut nama dan prodi dan oh sastra i...

#CeritadariKamar #Day-5 Rak Buku

Rak di sudut kamar itu semakin ramai, beberapa buku memadatinya. Letaknya berdekatan dengan pintu. Rak itu diam dan tak pernah kesepian, tidak terlalu lebar tapi berisi, buku-buku disana kebanyakan novel karena buku pelajaran sengaja tidak aku taruh di rak itu. Aku berniat memperbesar rak itu suatu saat nanti, mengisinya dengan lebih banyak buku dan salah satu buku itu adalah buku karyaku sendiri.

#CeritadariKamar #Day-4 Jam

Malam dan segala hening yang biasa itu muncul kembali, seolah itulah pekerjaannya, menggantikan siang, sore, kemudian senja. Malam yang sendu itu selalu hadir. Memuai dengan sangat lama untuk menjadi pagi. Yang dapat kutangkap dari malam yang hening itu sebenarnya adalah suara yang riuh tapi menyeramkan, ya riuh itulah yang membuat setiap malamku bahkan semakin hening. Aku menoleh ke sekeliling sudut kamarku, hanya aku sendiri pikirku. Tapi aku mendengar sesuatu yang sangat mengusik, yang menambah hening malam itu. Denting jam yang parau, berat dan serak. Jam itu berwarna hijau tosca di tepinya, dan putih di bagian dalam, angka-angka yang tertera juga berwarna hijau, sedangkan tiga jarumnya, jam dan menit berwarna hitam, detiknya hijau pula. Jam itu sudah ada semenjak aku belum pindah ke kamarku sekarang ini. Suaranya menggangguku, membuatku berpikir bagaimana ia yang tanpa lelah bekerja, berputar setiap hari. Meninggalkan angka yang lama beranjak ke angka selanjutnya tapi pada akh...

#CeritadariKamar #Day-3 Annual Book

Hari Jumat kemarin saya ke sekolah sudah dengan predikat 'alumni'. Banyak teman lama yang ingin saya temui, tapi sampai di sekolah mendadak saya sadar bahwa teman-teman saya sudah banyak yang bekerja atau melanjutkan sekolah di luar kota, terutama teman-teman dekat saya. Kami, saya dan teman-teman yang masih tersisa, menunggu cukup lama disana. Wali kelas kami di kelas XII tampak sedang sibuk sehingga menyuruh kami untuk bersabar. Beberapa waktu kemudian, bu guru wali kelas kami memanggil dan kami mengikuti dengan langkah yang cepat untuk menyeimbangi langkah beliau. Sampai di ruang kantor kami mengantri untuk mendapat ijazah dll dan seperti anak yang baru lulus pada umumnya saya mendapat pertanyaan "Sekarang di mana, Nurma?" dan saya dengan sedikit bosan menjawab pertanyaan tersebut untuk yang ke 9.578.482 kalinya. Tidak, tidak sebanyak itu sebenarnya "Di Jogja, Bu". Tiba giliran saya untuk menandatangani beberapa lembar kertas, kemudian setelah mendapat ...

#CeritadariKamar #Day-2 Binder

Aku saat ini adalah aku yang masih senang bercerita, tapi bukan bercerita kesana kemari melalui perkataan yang aku ucapkan. Aku lebih senang bercerita melalui perkataan yang aku tulis. Pagi dan malam yang sunyi dan dingin adalah waktu yang tepat menurutku untuk menuliskan ceritaku ke dalam paragraf paragraf supaya mereka beku dan dapat ku tilik lagi suatu saat nanti. Aku menuliskannya ke dalam sebuah binder, entah tapi aku senang menulis apapun disana. Aku orang yang senang melamun, ya mungkin semua orang sadar atau tidak sering melakukannya. Dan sekali lagi aku juga senang menuliskan lamunanku itu di binder tadi, mungkin bisa berevolusi menjadi puisi atau cerpen. Bagiku dia seperti blog, ya blog manual tanpa sambungan internet. Dulu ketika masih memakai putih abu-abu temanku sering membaca, lebih tepatnya ku paksa membaca semua karya yang aku tulis disana haha dan mereka juga ku paksa (lagi) menulis komentar tapi mereka malah memberi ucapan yg menyemangati di lembar selanjutnya....