Langsung ke konten utama

#CeritadariKamar #Day-3 Annual Book

Hari Jumat kemarin saya ke sekolah sudah dengan predikat 'alumni'. Banyak teman lama yang ingin saya temui, tapi sampai di sekolah mendadak saya sadar bahwa teman-teman saya sudah banyak yang bekerja atau melanjutkan sekolah di luar kota, terutama teman-teman dekat saya. Kami, saya dan teman-teman yang masih tersisa, menunggu cukup lama disana. Wali kelas kami di kelas XII tampak sedang sibuk sehingga menyuruh kami untuk bersabar.

Beberapa waktu kemudian, bu guru wali kelas kami memanggil dan kami mengikuti dengan langkah yang cepat untuk menyeimbangi langkah beliau. Sampai di ruang kantor kami mengantri untuk mendapat ijazah dll dan seperti anak yang baru lulus pada umumnya saya mendapat pertanyaan "Sekarang di mana, Nurma?" dan saya dengan sedikit bosan menjawab pertanyaan tersebut untuk yang ke 9.578.482 kalinya. Tidak, tidak sebanyak itu sebenarnya "Di Jogja, Bu". Tiba giliran saya untuk menandatangani beberapa lembar kertas, kemudian setelah mendapat satu paket yang isinya belum saya ketahui saya pulang, menggeletakkan mereka begitu saja di dalam kamar. Tadi pagi saya iseng membuka paket itu, isinya ijazah, skhun, sertifikat-sertifikat, dan hey sesuatu berwarna ungu khas SMK 1 itu menarik perhatianku. Covernya bagus, ada tulisan "speicher buch una storia d'amore" yang saya tidak tahu artinya. Saya cepat-cepat membuka plastik yang membungkusnya. Ternyata sebuah annual book.

Saya membuka lembar demi lembar halaman dan memandangi cukup lama diantara halaman-halaman berisi foto-foto anak kelas AK3, sekarang teman-teman itu sudah banyak di perantauan. Jarang kami dapat berkomunikasi karena waktu yang terbatas, maklum sekarang mereka sibuk. Memori-memori saat di bangku sekolah menghampiri pikiran saya, ketika kami sedang bandel, rajin, bergosip maksudku bertukar pikiran, mem-bully teman yang lain, bercanda, marahan. Ah senang sekali dapat mengenal dan sekelas dengan mereka selama tiga tahun. Saya menyimpannya di rak dengan buku yang lain. Annual book itu yang akan mengingatkan kisah tentang kami yang dulu pernah berjuang bersama-sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.