Langsung ke konten utama

Technical Meeting FBS UNY'13 Day 1

Waktu itu Technical Meeting (TM) hari pertama tanggal 16 Agustus hari Jumat, kami sudah harus berkumpul pagi-pagi di depan C13. Disana sudah ada kakak-kakak yang bawa plang nama-nama senjata daerah dan beberapa maba terlihat desak-desakan di sebelah selatan, mereka melihat pembagian gugus, saya kemudian ikut berdesak-desakan bersama mereka. Mencari nama, prodi dan gugus saya. Setelah ketemu saya ikut berbaris di belakang kakak-kakak yg membawa plang bertuliskan 'Jenawi'. Semua sudah mendapat kelompok/gugus, kami berkenalan satu sama lain meskipun kadang-kadang lupa lagi namanya, setelah itu kami dikondisikan di Stage Tari. Ada acara sambutan, penugasan, dll. Di hari itu kami juga diberi tahu yel-yel. Saya masuk FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) jargonnya adalah "Satu Jiwa Mengukir Karya" dan ada beberapa yel-yel yang oke abeesss. Dari stage tari kami berkumpul per gugus, gugus saya berkumpul di parkiran mobil. Kami berkenalan lagi, menyebut nama dan prodi dan oh sastra inggris cuman ada 3 orang meen. Disana kami membahas penugasan-penugasan untuk nantinya dikerjakan hari Minggu.

Kumpul gugus fakultas was done! Kami dipanggil per jurusan untuk dibuat gugus lagi, and me ada di gugus jreng jreng jrenggg... Auerbach yeah *tepuk tangan* dan kembali lagi nggak ada yang saya kenal, kami berkenalan, nyatet lagu, nyatet penugasan, bahas penugasan sampe soreee. It was great day. I'm not a kind of people person, but there I have to be.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.