Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

RUANG ENAM

Di ruangan ini Yang bangunan-bangunan beramah tamah Yang kadang-kadang pintunya berpelukan dengan angin Yang menyaksikan semua emoticon asli di wajah lugu kita Ruangan ini Laboratorium tingkah laku dengan kita sendiri alat peraganya Kadang-kadang sepi Kadang-kadang riuh Ruangan ini Seperti sudut pandang orang ketiga serba tahu Saat kita gugup, saat ada sinetron didalamnya Saat diskusi mengenai mimpi atau saat mimpi mengenai nanti Lampu-lampu yang menyala saat musim hujan atau sinar matahari yang menyilaukan papan white-board saat musim kemarau bahkan juga saat musim hujan Semua cerita, entah benar atau hanya fiksi Semua telah dan akan kita lewati Di ruangan ini Ruang Enam~

Math vs Mad !

Aku jatuh cintaaa, tlah jatuh cintaaa, cinta kepadamu, tlah jatuh cintaaa, I'm fallin in love I'm fallin in love with youuuu with math :3 aaaaak, today I feel like a teenager who falling in love with her friend~ ehm, saya merasa sangat dekat dan baik dengan matematika, semoga kayak gini terus yaaa, at least sampe akhir 2013 lah sukur sukur sampe akhir zaman. Math = mad ? No! Nggak kalo kita udah belajar. Belajar matematika males? Kadang kadaaaaang sih emmm*sigh* tapi matematika itu tentang kepuasan setelah kita dapat memecahkan masalah dengan ngotak atik dan menganalisa rumus hasil olahan kita sendiri. Let's try!

My Monday Nite !

Oh My God ! I even realise that examination is getting closser.Today I've made a big plan to do accounting tasks but my stomach doesn't let me to do them ~errr. I'm still on my bed now, and gonna pray Isya' and then sleep. What expression might I use ? *yeyeye or *sigh* ? Whatever I gonna pray and sleep at once. Dadaaah~

Minggu Luar Biasa

Aku bangun cukup siang pagi ini, jadi aku tidak dapat melihat bagaimana matahari muncul di timur. Efek kopi yang menidurkanku cukup larut tadi malam yang telah menyebabkannya. Ku coba membuka lagi to do listku dan aku mendapati beberapa deadline yang harus kuselesaikan, tapi aku menyempatkan menulis post ini berharap ini Minggu yang luar biasa dan aku akan melewatkannya dengan semua buku-buku yang sudah tidak sengaja tertata begitu setiap hari. Sehingga hari Minggu yang cerah ini tidak terlewati begitu saja.

BUKAN TENTANG HUJAN

Hujan... Yang menyenandungkan kisah klasik 2 insan pemeran drama remaja Melewati celah celah awan sore yang berwarna merah marun Bukan... Kerinduan kerinduan yang bertapak di keheningan angin hampir malam Namun rasa yang hadir saat petir menghujami kesenyapan Tiba-tiba dia yang dipikirkan menghindar bak senyuman kosong yang datang lalu pergi begitu saja Ketika melihat yang dicintai tersenyum bersama hembusan hawa kesejukan yang dimilikinya sendiri Saat rasa rasa yang dipunya tak terucap Saat hujan turun deras dari kelopak kesunyian Menggenangi hati yang tiada yang merengkuh Kemudian tetap diam mengutuki keterlambatan mengungkapkan

INSPIRASI

Aku adalah energi yang teralir dari daur mimpi Menuangkan apapun dalam melodi Aku ingin menjadi pengrajin naskah Menjadi aktivis pemburu inspirasi Tapi ide tak selalu bermunculan Kadang aku muak dan jenuh Rangkaian dari bilik percakapan yang aku dengarkan Aku coba untuk merangkai Beratus ratus kata dari berbagai senyawa Dari ufuk timur hingga lautan senja Merekalah inspirasi visual dari daur mimpi yang tak dapat aku alirkan kembali Beribu ribu halaman teknik mengungkapkan pikiran Seminar-seminar yang membosankan Tersisip dalam minat-minat tanpa inspirasi Tersrlip dalam harapan intuisi

Melihat Drama Kolosal

Pagi yang pucat dimana jalanan jalanan berkelok seperti labirin yang kita tidak ketahui jalan keluarnya dengan wajah yang pias orang-orang berduyn melewati jalanan di pagi tadi Menyusuri setiap detail dan berharap dapat sampai ke bioskop tua melihat drama kolosal Dengan semua bekal tanda baca dan menghitung, jebakan-jebakan di simpangan yang rupanya hampir sama dan kadang-kadang terhenti pada terjalnya Banyak yang terhenti menyerah dan putus asa Banyak yang tidak sengaja kembali lagi pada jalan yang telah dilewati Tak jarang yang beruntung dan lihai menafsirkan kode hingga sang pertunjukan kolosal telah didepan penglihatan Ada yang lelah kemudian mati dan bangkainya membusuk lebih pucat lagi Pada kehadiran generasi baru yang lebih memekakan semesta Mereka yang lebih canggih Mempelajari navigasi, arah angin, sesekali memotong memperpendek lintasan Pada kaum yang telah bersusah Sesekali dijejali keraguan hingga awan mendung menyerbu bersama Kekalutan akan duka yang turut ...