Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

3 Puisi untuk Hari Puisi Sedunia

Saya tidak tahu apa anggapan orang terhadap seseorang yang menyukai puisi. Saya mulai menulis puisi entah sejak kapan dan saya masih menyimpan kumpulan buku puisi yang saya tulis sendiri dari jaman SMP. Dalam rangka Hari Puisi Sedunia yang sebenarnya sudah lewat beberapa menit lalu, saya ingin menyalinnya di sini. Puisi yang saya tulis ketika SMP, SMA, dan yang baru saya tulis kemarin setelah bercerita dengan seorang teman. 1. Puisi pertama ini saya tulis kemarin malam setelah keseringan saling bercerita Mari Bercerita Mari bercerita Tentang mimpi-mimpimu dan Jakarta Tentang laki-laki yang saya tidak punya ide harus seperti apa Tentang lampu-lampu di jalanan, di panggung hiburan, atau di pantat kunang-kunang Hal yang dari dulu kamu suka Berceritalah Perihal kekhawatiran akan segala hal yang bahkan  bukan bagianmu, Macetnya jalanan, Atasan yang menyebalkan atau anak magang yang berani-beraninya menggodaimu Saya akan tetap memasang telinga, dan kadang ...

Hari Perempuan Internasional yang Sudah Lewat

Beberapa hari lalu adalah Hari Perempuan Internasional. Biasanya saya bukan orang yang peduli terhadap hal-hal seperti ini. Bahkan kalau ngetwit atau ngeblog bahas hal-hal seperti ini bikin kelihatan keren, mending saya kelihatan bego dengan twit saya yang nggak bermuatan nilai sosial. Akan tetapi, di umur yang bahasan utamanya adalah memantaskan diri ini, saya mulai insecure terhadap hal-hal yang menyangkut “perempuan” “wanita idaman” “calon istri yang baik” dan sebagainya. Semalam, saya bersama geng anak bungsu generasi Y mengobrol sambil makan seblak. Karena anak-anak bungsu ya jadinya kami agak santai karena nggak banyak tuntutan. Hal itu yang mendorong ke arah nggak mau keluar dari zona nyaman. Padahal setelah saya pikir-pikir perempuan yang oke bukan hanya dia yang mikirin karir. Pasti ukurannya bakalan beda-beda tiap orang. Saya baru saja stalking seorang PR Ismaya Live yang tahun lalu datang ke acara Summer Sonic buat nonton Radiohead. Iri juga sih. Mungkin buat saya it...

Do I Live in My Dream?

Almost . Ya at least , ini penjajakan dulu lah ya. Saya menulis ini ditemani Daydreaming dari Radiohead di Spotify.  Dulu ibu saya berkata “Arum itu dulu cita-citanya sederhana. Mudik.” Sounds weird tapi sampai umur segini—meskipun dikatakan dengan frasa yang berbeda—cita-cita saya tetap sama.  Dulu saya ingin ke Jogja karena ingin menjadi penulis tapi ternyata menulis sulit sehingga saya memperbanyak membaca dulu biar tulisannya nggak terlalu teenlit . Because your writing is what you read . Apalagi menjadi anak sastra. Setelah membaca karya-karya Pramoedya, Eka Kurniawan, Aan Mansyur, Paulo Coelho, Murakami, Scott Fizgerald, Charles Dickens, Cecelia Ahern, dll, saya jadi merasa harus perbanyak membaca, terutama buku-buku non-fiksi. Kembali ke  pernyataan pembuka tulisan ini. Saya hampir hidup di mimpi saya atau mungkin udah (?) meskipun baru percobaan. Pergi ke kantor memakai outfit lucu tanpa seragam dan harus formal, mendengarkan radio di meja kerja—yang playl...