Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Menghiburmu dengan Kata-Kata

Aku ingin menjadi penyair dan penyiar, mungkin keduanya pandai membual tapi bukan itu yang aku inginkan. Aku ingin menemanimu di malam yang sangat larut dan di pagi yang bahkan mungkin kamu belum terbangun. Itu bukti bahwa aku akan menemanimu kapanpun dengan cara yang berbeda. Maaf jika hal-hal itu membosankan tapi paling tidak aku berusaha. Aku akan menyampaikan salam yang dikirim dari orang lain untukmu dan tetap berusaha tersenyum ceria kemudian aku akan pergi ke sebuah kafe dan menumpahkannya lagi ke dalam puisi. Aku akan berlama-lama meminum kopi sambil menebak-nebak apakah tadi pagi kamu sempat mendengarkan radio sebentar saja untuk mendengarkan suaraku? Atau mungkinkah kamu sudah membaca koran yang memuat salah satu puisiku? Ah aku pikir kamu terlalu sibuk dengan urusanmu yang membuat kita jarang bertemu atau malah kamu baru sempat tertidur pagi tadi karena deadline yang memaksamu untuk tidak terlelap semalaman. Lihatlah, aku begitu peduli padamu dan kamu bahkan tidak pernah me...

Selamat Tinggal, Kamu! :)

Aku meminum kopiku dan menumpahkannya ke dalam tulisan ini. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku belakangan ini. Perasaan kikuk itu masih ada, dimana kata A.S Laksana dalam sebuah cerpennya yang bercerita tentang seorang pawang hujan yang jatuh cinta dengan gadis kumal  kurang lebih seperti ini “Saat kau merasa kikuk tanpa sebab pada pertemuan pertama, itulah barangkali yang disebut jatuh cinta pada pandangan pertama.” Aku masih kikuk, dari pertama melihatmu, hingga sekarang meskipun kita jarang lagi bertemu. Aku tidak begitu bahagia saat bertemu denganmu, tidak seperti ketika kita bertemu pertama kali. Aku ingat sekali setelah bertemu denganmu aku tertawa sendiri dan sangat berterimakasih dengan sahabatku dan takdir yang kupikir sudah direncanakan Tuhan agar hanya kita saja yang bertemu entah apa maksudnya, entah mengapa harus begitu. Aku ingat sekali waktu itu kamu mengantarkanku ke sebuah pintu yang menurutku itu bukan sebuah jalan menuju ke suatu tempat, tapi itu pintu men...