Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

A Letter From Josh

Ini adalah secuil catatan harian dari seorang figur yang ada di tulisannya  @gusticitra . Bukan pemeran utama. Pemeran yang disia-siakan mungkin. Yah namanya juga cerita. Di tulisan Citra mungkin dia cuma tokoh yang ditinggalkan tapi di sini ya tetap tokoh yang ditinggalkan tapi dia punya kehidupan juga untuk diceritakan. Hahaha. Ini adalah surat dari Josh untuk Hanna yang dititipkan kepadaku agar kalian membacanya atau mungkin Hanna juga kesasar di blog ini. Who knows? http://thumbs.dreamstime.com/z/croissant-coffee-14135757.jpg Pagi tadi aku mendengar radio dan iseng meng-SMS stasiun itu atas pertanyaan yang mereka lempar dan tentu menyalamkan rinduku lewat udara. Alih-alih salamku kepadamu dibacakan, mereka malah memplesetkan namaku menjadi merk minuman penambah energi atau memplesetkannya dengan jargon dangdut yang kasetnya dijual di depan kios-kios di pasar: buka dikit, Josh. Menggelikan. Sehari tadi aku juga sudah meminum bercangkir-cangkir kopi dan membaca artikel sej...

Gadis di Trotoar

Karena pagi ini saya bersama Citra mau siaran dan kecelik karena mati lampu dan didera rasa bosan serta gabut maka sebagai mahasiswa sastra dan atas nama passion kami memutuskan membuat proyek kecil-kecilan sebagai pemanasan untuk proyek yang lebih besar nantinya. Kami masing-masing menuliskan sepuluh kata yang harus disusun oleh yang lainnya menjadi sebuah cerita. Citra memberi sepuluh kata seperti ini: kutu, bemo, sobek, lampu, jembatan, menerjang, bosan, luka, kematian, dan kata terakhir adalah santet . Entah apa dasarnya dia memilih kata-kata tersebut tapi aku langsung memikirkan suatu kejadian dan mengungkapkannya ke dalam cerita ini:   Gadis di Trotoar   Aku melihatnya dari atas bemo yang aku tumpangi. Aku tidak sabar dan memilih turun. Kendaraan seperti ini tidak bisa aku tumpangi. Aku bisa mati dehidrasi di dalamnya. Ban bocor tadi pagi lumayan menghancurkan mood-ku yang dari semalam sudah berantakan. Aku menerjang udara kota yang semakin hari semakin panas...

Peri Hujan dan Cinta Yang Tak Tersampaikan

             Salah seorang temanku belakangan ini bertingkah seperti anak kecil, tepatnya saat musim hujan datang. Dia berkata bahwa akan ada peri hujan saat kau sedang meneduh sendirian. Peri itu akan membawakanmu seorang pangeran untuk menemanimu meneduh dan jika kau beruntung maka suatu hari kalian akan menikah. Aku lama-lama mulai mual mendengar ceritanya. Kami memang mahasiswa jurusan sastra tapi sastrawan sekalipun tidak akan membawa imajinasinya ke kehidupan nyata, jika sudah seperti itu maka dia orang gila. Dia sebenarnya adalah seorang perempuan lajang yang beberapa kali membaca karya Sylvia Plath atau beberapa tulisan Dewi Lestari tapi entah kenapa saat musim hujan datang dia bukannya terserang flu tetapi malah terserang dongeng yang entah dia dapat dari mana.                 “Kamu tahu? Diantara jutaan bulir hujan itu ada beberapa peri yang datang membawakan panger...

BERANDA

            Aku membaringkan tubuhku di beranda dan melamun. Hidup tidak pernah sederhana. Mataku mengamati langit-langit dengan kayu jati lalu mengalihkannya ke kayu-kayu di pohon yang berderet di sekitar rumah ini. Tuhan menciptakan pohon untuk kemudian manusia menjadikannya bahan bangunan, tentu melewati berbagai proses. Aku memindahkan pandanganku ke awan-awan yang mungkin di setiap bentuknya memiliki arti bahkan para ilmuan telah menamainya berbeda-beda sesuai dengan cirri-ciri tertentu. Awan hari ini putih bersih dan tenang. Aku pikir ini akan menjadi hari yang indah karena semuanya normal. Orang-orang entah di bagian mana sedang pergi berselancar, seorang gadis muda mungkin sedang melakukan perawatan untuk memutihkan tubuhnya, sedang yang lain berjemur untuk mendapat kulit yang mereka bilang eksotis. Aku sendiri memeilih berbaring berbaring seperti ini. Liburanku seperti biasa, melakukan pekerjaan rumah di pagi hari dan ke...

Menghiburmu dengan Kata-Kata

Aku ingin menjadi penyair dan penyiar, mungkin keduanya pandai membual tapi bukan itu yang aku inginkan. Aku ingin menemanimu di malam yang sangat larut dan di pagi yang bahkan mungkin kamu belum terbangun. Itu bukti bahwa aku akan menemanimu kapanpun dengan cara yang berbeda. Maaf jika hal-hal itu membosankan tapi paling tidak aku berusaha. Aku akan menyampaikan salam yang dikirim dari orang lain untukmu dan tetap berusaha tersenyum ceria kemudian aku akan pergi ke sebuah kafe dan menumpahkannya lagi ke dalam puisi. Aku akan berlama-lama meminum kopi sambil menebak-nebak apakah tadi pagi kamu sempat mendengarkan radio sebentar saja untuk mendengarkan suaraku? Atau mungkinkah kamu sudah membaca koran yang memuat salah satu puisiku? Ah aku pikir kamu terlalu sibuk dengan urusanmu yang membuat kita jarang bertemu atau malah kamu baru sempat tertidur pagi tadi karena deadline yang memaksamu untuk tidak terlelap semalaman. Lihatlah, aku begitu peduli padamu dan kamu bahkan tidak pernah me...

Selamat Tinggal, Kamu! :)

Aku meminum kopiku dan menumpahkannya ke dalam tulisan ini. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku belakangan ini. Perasaan kikuk itu masih ada, dimana kata A.S Laksana dalam sebuah cerpennya yang bercerita tentang seorang pawang hujan yang jatuh cinta dengan gadis kumal  kurang lebih seperti ini “Saat kau merasa kikuk tanpa sebab pada pertemuan pertama, itulah barangkali yang disebut jatuh cinta pada pandangan pertama.” Aku masih kikuk, dari pertama melihatmu, hingga sekarang meskipun kita jarang lagi bertemu. Aku tidak begitu bahagia saat bertemu denganmu, tidak seperti ketika kita bertemu pertama kali. Aku ingat sekali setelah bertemu denganmu aku tertawa sendiri dan sangat berterimakasih dengan sahabatku dan takdir yang kupikir sudah direncanakan Tuhan agar hanya kita saja yang bertemu entah apa maksudnya, entah mengapa harus begitu. Aku ingat sekali waktu itu kamu mengantarkanku ke sebuah pintu yang menurutku itu bukan sebuah jalan menuju ke suatu tempat, tapi itu pintu men...

Puisi yang Maksa Banget

Haloooooooooooooooooooooooo~ Karena lagi badmood aku mau nge-post yang lucu-lucu hari ini… Jadi karena kemarin speaking Miss Emi sedang mengawasi dedek-dedek unyu UN, makul speaking diganti hari ini. Kita pelajaran di ruang yang dulu dipakai buat kuliah pronunciation. Ehm. Kita dibagi ke tiga kelompok aku kebagian kelompok yang isinya Luluk, Reza, Naufal, Helmi dan Deki. Kita disuruh bikin list kata-kata yang nantinya boleh dibikin puisi atau cerita karena kelompok ini mayoritas berisi orang-orang yang yaaa gitu deh kita memutuskan buat bikin puisi. Kita hanya boleh menggunakan kata-kata yang udah ditulis tadi, nggak boleh tambah kata yang lain kecuali preposition, sama apa lupa. Kita juga nggak perlu peduliin grammar. Well, ini list kata-kata yang kami bikin 1.        Colorado 2.        National 3.        Kingdom 4.        Dark 5.    ...

#CeritadariKereta 28 Maret 2014

A nice day buat bolos hehe tapi aku nggak bolos. Bolos ding tapi Cuma satu makul. Jadi sekarang hari Jumat kelas J ada dua makul umum yaitu Perspektif Global yang pokoknya dosennya #bijak banget dan Apresiasi Seni yang dosennya nggak bijak-bijak banget. Karena hari Senin libur jadi aku memutuskan untuk pulang kampung, long-week-end-an gitu. Pas kuliah perspektif global garing banget karena nggak ada Citra sama Luluk jadi aku cuma diem sambil ngantuk as usual dan nggak fokus malah bayangin mukanya… yah you know, someone I have crush on gitu deh, yah malah curhat. Setelah kuliah Perspektif Global selesai aku bolos Apresiasi Seni dan pulang naik   kereta as usual. Oh iya for your information guys, sekarang tiket kereta udah turun harganya. Prameks yang dulu harganya sepuluh ribu sekarang jadi seharga mie ayam, enem rebu. Pasti sekarang banyak yang mikir pas mau beli mie ayam. Ini mau beli mie ayam apa naik kereta ya? Bedanya kalo beli mie ayam kamu dapet tempat duduk dan bisa k...