Langsung ke konten utama

#CeritadariKereta 28 Maret 2014



A nice day buat bolos hehe tapi aku nggak bolos. Bolos ding tapi Cuma satu makul. Jadi sekarang hari Jumat kelas J ada dua makul umum yaitu Perspektif Global yang pokoknya dosennya #bijak banget dan Apresiasi Seni yang dosennya nggak bijak-bijak banget. Karena hari Senin libur jadi aku memutuskan untuk pulang kampung, long-week-end-an gitu. Pas kuliah perspektif global garing banget karena nggak ada Citra sama Luluk jadi aku cuma diem sambil ngantuk as usual dan nggak fokus malah bayangin mukanya… yah you know, someone I have crush on gitu deh, yah malah curhat. Setelah kuliah Perspektif Global selesai aku bolos Apresiasi Seni dan pulang naik  kereta as usual. Oh iya for your information guys, sekarang tiket kereta udah turun harganya. Prameks yang dulu harganya sepuluh ribu sekarang jadi seharga mie ayam, enem rebu. Pasti sekarang banyak yang mikir pas mau beli mie ayam. Ini mau beli mie ayam apa naik kereta ya? Bedanya kalo beli mie ayam kamu dapet tempat duduk dan bisa kenyang tapi kalo naik kereta kamu cuma dapet tempat duduk doang, hih. Mending buat beli mie ayam kan ya? Oke terserah deh, Rum. Tapi kalo kamu beruntung pas naik kereta kamu bisa dapet kenalan, terus jadi gebetan terus pacaran –kalo nggak ditinggal jadian sama yang lain lho— asal girls kamu duduknya jangan di kereta khusus wanita dan anak sih ya…Selain Prameks kereta Sriwedari turun jadi seharga mie ayam juga, tiga mangkuk, lima belas ribu. Kalo naik kereta Sriwedari kemungkinan kamu buat dapet kenalan makin besar, tapi kemungkinan kamu buat lihat orang pacaran dan sakit hati juga lebih besar, Mblo. Jadi pinter-pinter buat jadi beruntung aja.
Nah pas di kereta, tumben kereta sepi. Aku dengerin MP3 dan berencana mau molor tapi nggak bisa. Aku juga berencana bunuh diri gara-gara bosen tapi nggak bisa juga karena  keinget aku harus ngepost ini. Satu jam berlalu tak ada kabarmuuu~~ lhah malah nyanyi Jikustik, skip! Setelah satu jam kereta sampe di Purwosari, Solo kayaknya panasnya satu setengah kali lipat dari Jogja. Karena nggak ada yang jemput jadi aku naik bus Damri ke Kerten dan di bus ada dedek-dedek SMP yang pake baju pramuka dan nama regunya Semut haha jadi inget pas Jambore SMP. Gini gini aku pernah ikut jambore tauk!
Setelah turun dan pindah bus kursi banyak yang kosong dan entah kenapa ada bapak-bapak yang milih kursi di sebelah dan setelah aku “ngrasani” kayak gitu tiba-tiba beliau pindah. Jangan-jangan bapaknya bisa baca pikiran, hiiii. Setelah bapak-bapak itu pindah ada bapak-bapak yang baru yang udah dirasani tetep nggak pindah dan sepanjang jalan ikut nyanyi lagu lawas yang diputer di bus sambil baca koran yang gedenya gede banget. Aku turun di perempatan dan tumben nggak perlu nyebrang. Di tempat bus berhenti ada anak SMA yang dulu adek kelas jaman SD. Dia sekarang udah gede. Kemudian semacam ada brain storming. Nginget masa-masa lalu dan setelah melakukan beberapa pemikiran yang aku dapet adalah aku kayaknya segini gini aja ya? Kecil dan nggak tambah gede -___-
Sampai di Cepogo aku ketemu sama Bu Rokhani, istri guru Bahasa Inggris SMP dan kami cerita cerita sedikit dan tanpa sadar pas Bu Rokhani nanya “Ambil jurusan apa mbak Arum?” “Bahasa Inggris, Bu.” Brain storming lagi, ternyata awal mula aku bisa ada passion di bahasa Inggris itu ya pas SMP pas diajar sama Pak Rokhani. Sepertinya hari ini banyak nostalgianya. Aku meninggalkan Bu Rokhani dan naik ojek. Sampai rumah aku istirahat. Udah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.