Aku ingin menjadi
penyair dan penyiar, mungkin keduanya pandai membual tapi bukan itu yang aku
inginkan. Aku ingin menemanimu di malam yang sangat larut dan di pagi yang
bahkan mungkin kamu belum terbangun. Itu bukti bahwa aku akan menemanimu
kapanpun dengan cara yang berbeda. Maaf jika hal-hal itu membosankan tapi
paling tidak aku berusaha. Aku akan menyampaikan salam yang dikirim dari orang
lain untukmu dan tetap berusaha tersenyum ceria kemudian aku akan pergi ke
sebuah kafe dan menumpahkannya lagi ke dalam puisi. Aku akan berlama-lama
meminum kopi sambil menebak-nebak apakah tadi pagi kamu sempat mendengarkan
radio sebentar saja untuk mendengarkan suaraku? Atau mungkinkah kamu sudah
membaca koran yang memuat salah satu puisiku? Ah aku pikir kamu terlalu sibuk
dengan urusanmu yang membuat kita jarang bertemu atau malah kamu baru sempat
tertidur pagi tadi karena deadline yang memaksamu untuk tidak terlelap
semalaman. Lihatlah, aku begitu peduli padamu dan kamu bahkan tidak pernah
menanyakan kabarku ketika kita bertemu. Berbahagialah dengan apa yang membuatmu
bahagia jika yang kamu suka bukanlah kata-kata karena hanya itu yang mampu aku lakukan. Menghiburmu dengan kata-kata.
I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.
Komentar
Posting Komentar