Langsung ke konten utama

Menghiburmu dengan Kata-Kata

Aku ingin menjadi penyair dan penyiar, mungkin keduanya pandai membual tapi bukan itu yang aku inginkan. Aku ingin menemanimu di malam yang sangat larut dan di pagi yang bahkan mungkin kamu belum terbangun. Itu bukti bahwa aku akan menemanimu kapanpun dengan cara yang berbeda. Maaf jika hal-hal itu membosankan tapi paling tidak aku berusaha. Aku akan menyampaikan salam yang dikirim dari orang lain untukmu dan tetap berusaha tersenyum ceria kemudian aku akan pergi ke sebuah kafe dan menumpahkannya lagi ke dalam puisi. Aku akan berlama-lama meminum kopi sambil menebak-nebak apakah tadi pagi kamu sempat mendengarkan radio sebentar saja untuk mendengarkan suaraku? Atau mungkinkah kamu sudah membaca koran yang memuat salah satu puisiku? Ah aku pikir kamu terlalu sibuk dengan urusanmu yang membuat kita jarang bertemu atau malah kamu baru sempat tertidur pagi tadi karena deadline yang memaksamu untuk tidak terlelap semalaman. Lihatlah, aku begitu peduli padamu dan kamu bahkan tidak pernah menanyakan kabarku ketika kita bertemu. Berbahagialah dengan apa yang membuatmu bahagia jika yang kamu suka bukanlah kata-kata karena hanya itu yang mampu aku lakukan. Menghiburmu dengan kata-kata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.