Langsung ke konten utama

Puisi yang Maksa Banget



Haloooooooooooooooooooooooo~ Karena lagi badmood aku mau nge-post yang lucu-lucu hari ini…
Jadi karena kemarin speaking Miss Emi sedang mengawasi dedek-dedek unyu UN, makul speaking diganti hari ini. Kita pelajaran di ruang yang dulu dipakai buat kuliah pronunciation. Ehm. Kita dibagi ke tiga kelompok aku kebagian kelompok yang isinya Luluk, Reza, Naufal, Helmi dan Deki. Kita disuruh bikin list kata-kata yang nantinya boleh dibikin puisi atau cerita karena kelompok ini mayoritas berisi orang-orang yang yaaa gitu deh kita memutuskan buat bikin puisi. Kita hanya boleh menggunakan kata-kata yang udah ditulis tadi, nggak boleh tambah kata yang lain kecuali preposition, sama apa lupa. Kita juga nggak perlu peduliin grammar.
Well, ini list kata-kata yang kami bikin
1.       Colorado
2.       National
3.       Kingdom
4.       Dark
5.       Moon
6.       Kill
7.       Face
8.       Love
9.       Happiness
10.   Call
11.   Appropriate
12.   Worry
13.   Tonight
14.   Dome
15.   Tree
16.   Coming
17.   Past
18.   Remember
19.   Summon
20.   Miss
21.   Celebrate
22.   All
23.   Culture
24.   Cheese
25.   Wolf
26.   Case
27.   Mention
28.   Thank you
29.   Care
30.   Orange

Then we made it into:

In Colorado National Kingdom
Dark of the moon kill the face of love and happiness
It call in appropriate worry tonight
In the dome tree coming past to remember the summon of miss
To celebrate all culture of the cheese and wolf
In the case of mention, thank you for the care

Yaps, itu lah hasil dari pemikiran kami yang super maksa. Kami emang calon penyair yang oke banget kan uwuwuwuwuuu~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.