Second day TM, we have to attend a 'pitulasan ceremony' to commemorate Indonesia's independence day and to welcome the freshmens. Yes, us. Jadi di hari tersebut kami berkumpul di depan C13 jam 05.30 an sesuai gugus yang udah dibagi dan kami neriakin yel-yel yang udah dihapalin, setelah itu secara berurutan kami digiring ke lapangan kebetulan saya dapet tempat di belakang---ya nggak belakang-belakang banget sih, soalnya yang belakang-belakang dipakai buat yang pake pita--- cuman bisa denger suara tratakdungces (read:marching band) dan suara pak rektor serta suara derap sepatu para paskibra tanpa bisa melihat wujudnya #nasibkurangtinggi. Sebelumnya seseorang menyuruh semua maba meletakkan almamaternya di sebelah kanan, ditaruh di tanah. And you know? That field was full of dusk. Oh meeen sebagai seorang maba kita pasti nggak tega almamater yang baru didapet udah disuruh diletakin di tanah kan? mereka harus bergulat dengan debu, semoga mereka nggak bersin-bersin, aamiin. Sebenarnya bukan apa-apa sih tapi kami males nyucinya aja #lhah
Di lapangan itu juga saya jadi lebih akrab dengan temen satu gugus yaitu Anggun dari Wonosobo yang umurnya nggak kedetect dan Tia dan dari Madiun yang gak-ruh abess. Kami ngobrol dengan logat masing-masing, eh bentar ngobrolnya bukan pas upacara lho. Di tengah-tengah upacara ngantuk melanda kami secara berjamaah, yah hidup memang keras teman-teman banyak sekali cobaan yang harus dihadapi termasuk hawa panas, padahal sebenernya nggak cerah-cerah banget waktu itu. Entahlah.
Setelah Pak Rektor memakaikan almamater dua orang perwakilan dari kami (saya masih nggak bisa lihat), kami mengikuti mengenakan almamater (yang bau debu) masing-masing . Ada kebanggaan yang bergemuruh di hati saya yang tidak dapat diucapkan dengan kata-kata.
Ceremony was done, we were back to C13. Setelah itu kami kumpul gugus masing-masing, Jenawi kumpul di depan C15. Kami membuat perlengkapan untuk ospek, tapi ospek di FBS UNY nggak ribet kok, kami cuman disuruh membawa yang emang kami butuhkan, kami gunting-gunting bareng, nempel-nempel bareng, sholat bareng, makan bareng, nyanyi yel-yel bareng, bahkan kami sampai nyanyi yel-yel bareng gugus lain dan poto-poto juga bareng. There's a sweet togetherness there. Setelah semua selesai di tanggal 17 nan capek itu, kami pulanggg....... ke kost -___- That was a great day too.
Di lapangan itu juga saya jadi lebih akrab dengan temen satu gugus yaitu Anggun dari Wonosobo yang umurnya nggak kedetect dan Tia dan dari Madiun yang gak-ruh abess. Kami ngobrol dengan logat masing-masing, eh bentar ngobrolnya bukan pas upacara lho. Di tengah-tengah upacara ngantuk melanda kami secara berjamaah, yah hidup memang keras teman-teman banyak sekali cobaan yang harus dihadapi termasuk hawa panas, padahal sebenernya nggak cerah-cerah banget waktu itu. Entahlah.
Setelah Pak Rektor memakaikan almamater dua orang perwakilan dari kami (saya masih nggak bisa lihat), kami mengikuti mengenakan almamater (yang bau debu) masing-masing . Ada kebanggaan yang bergemuruh di hati saya yang tidak dapat diucapkan dengan kata-kata.
Ceremony was done, we were back to C13. Setelah itu kami kumpul gugus masing-masing, Jenawi kumpul di depan C15. Kami membuat perlengkapan untuk ospek, tapi ospek di FBS UNY nggak ribet kok, kami cuman disuruh membawa yang emang kami butuhkan, kami gunting-gunting bareng, nempel-nempel bareng, sholat bareng, makan bareng, nyanyi yel-yel bareng, bahkan kami sampai nyanyi yel-yel bareng gugus lain dan poto-poto juga bareng. There's a sweet togetherness there. Setelah semua selesai di tanggal 17 nan capek itu, kami pulanggg....... ke kost -___- That was a great day too.
Komentar
Posting Komentar