Langsung ke konten utama

TM Day-2 17 Agustus 2013

Second day TM, we have to attend a 'pitulasan ceremony' to commemorate Indonesia's independence day and to welcome the freshmens. Yes, us. Jadi di hari tersebut kami berkumpul di depan C13 jam 05.30 an sesuai gugus yang udah dibagi dan kami neriakin yel-yel yang udah dihapalin, setelah itu secara berurutan kami digiring ke lapangan kebetulan saya dapet tempat di belakang---ya nggak belakang-belakang banget sih, soalnya yang belakang-belakang dipakai buat yang pake pita--- cuman bisa denger suara tratakdungces (read:marching band) dan suara pak rektor serta suara derap sepatu para paskibra tanpa bisa melihat wujudnya #nasibkurangtinggi. Sebelumnya seseorang menyuruh semua maba meletakkan almamaternya di sebelah kanan, ditaruh di tanah. And you know? That field was full of dusk. Oh meeen sebagai seorang maba kita pasti nggak tega almamater yang baru didapet udah disuruh diletakin di tanah kan? mereka harus bergulat dengan debu, semoga mereka nggak bersin-bersin, aamiin. Sebenarnya bukan apa-apa sih tapi kami males nyucinya aja #lhah

Di lapangan itu juga saya jadi lebih akrab dengan temen satu gugus yaitu Anggun dari Wonosobo yang umurnya nggak kedetect dan Tia dan dari Madiun yang gak-ruh abess. Kami ngobrol dengan logat masing-masing, eh bentar ngobrolnya bukan pas upacara lho. Di tengah-tengah upacara ngantuk melanda kami secara berjamaah, yah hidup memang keras teman-teman banyak sekali cobaan yang harus dihadapi termasuk hawa panas, padahal sebenernya nggak cerah-cerah banget waktu itu. Entahlah.

Setelah Pak Rektor memakaikan almamater dua orang perwakilan dari kami (saya masih nggak bisa lihat), kami mengikuti mengenakan almamater (yang bau debu) masing-masing . Ada kebanggaan yang bergemuruh di hati saya yang tidak dapat diucapkan dengan kata-kata.

Ceremony was done, we were back to C13. Setelah itu kami kumpul gugus masing-masing, Jenawi kumpul di depan C15. Kami membuat perlengkapan untuk ospek, tapi ospek di FBS UNY nggak ribet kok, kami cuman disuruh membawa yang emang kami butuhkan, kami gunting-gunting bareng, nempel-nempel bareng, sholat bareng, makan bareng, nyanyi yel-yel bareng, bahkan kami sampai nyanyi yel-yel bareng gugus lain dan poto-poto juga bareng. There's a sweet togetherness there. Setelah semua selesai di tanggal 17 nan capek itu, kami pulanggg....... ke kost -___- That was a great day too.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.