Berikut ini adalah sedikit cuplikan dari cerpen saya "Analogi Kopi dan Awan" tokohnya adalah Vio (penulis, coffee blogger) dan Awan (barista)
"Aku jatuh cinta dengan kopi pertama kali saat kakekku, pekerja malam itu selalu menyesap cangkir demi cangkir kopi diantara kertas-kertas dan mesin tiknya yang sudah seret. Beliau berkata: "Kopi itu memiliki cita rasa yang hampir sama dengan kehidupan, there's sweet, bitter and sometime sour. And to be here with you is the sweetest one." Beliau berkata seperti itu sambil matanya berkaca kaca. Saat itu aku masih SD dan belum tahu apa-apa mengenai kehidupan. Sejak kecil aku memang hanya tinggal dengan kakekku. Sekarang aku baru tahu apa maksudnya" - Vio
"Capucinno di Italia hampir hanya disajikan untuk makan pagi, seperti ucapan 'Buenos Dias' yang aku dapat dari pelanggan setia dipikiranku, kamu." -Awan
Dan ini adalah bagian terakhir dari cerpen saya yang diucapkan Awan :
"Aku mau hidup bahagia denganmu di setiap pagi di kopi Italia dan sepanjang hari diantara cangkir-cangkir kopi yang memberi kenangan. Aku harap kamu adalah secangkir kopi pagiku yang memberi semangat dan kopi senjaku yang menemaniku istirahat" - Awan
thanks for reading, kapan-kapan saya post cerpennya secara utuh kalau ada kesempatan, soalnya ini saya post lewat hp dengan harus super sabar (:
"Aku jatuh cinta dengan kopi pertama kali saat kakekku, pekerja malam itu selalu menyesap cangkir demi cangkir kopi diantara kertas-kertas dan mesin tiknya yang sudah seret. Beliau berkata: "Kopi itu memiliki cita rasa yang hampir sama dengan kehidupan, there's sweet, bitter and sometime sour. And to be here with you is the sweetest one." Beliau berkata seperti itu sambil matanya berkaca kaca. Saat itu aku masih SD dan belum tahu apa-apa mengenai kehidupan. Sejak kecil aku memang hanya tinggal dengan kakekku. Sekarang aku baru tahu apa maksudnya" - Vio
"Capucinno di Italia hampir hanya disajikan untuk makan pagi, seperti ucapan 'Buenos Dias' yang aku dapat dari pelanggan setia dipikiranku, kamu." -Awan
Dan ini adalah bagian terakhir dari cerpen saya yang diucapkan Awan :
"Aku mau hidup bahagia denganmu di setiap pagi di kopi Italia dan sepanjang hari diantara cangkir-cangkir kopi yang memberi kenangan. Aku harap kamu adalah secangkir kopi pagiku yang memberi semangat dan kopi senjaku yang menemaniku istirahat" - Awan
thanks for reading, kapan-kapan saya post cerpennya secara utuh kalau ada kesempatan, soalnya ini saya post lewat hp dengan harus super sabar (:
Komentar
Posting Komentar