Langsung ke konten utama

Analogi Kopi dan Awan Quotes

Berikut ini adalah sedikit cuplikan dari cerpen saya "Analogi Kopi dan Awan" tokohnya adalah Vio (penulis, coffee blogger) dan Awan (barista)

"Aku jatuh cinta dengan kopi pertama kali saat kakekku, pekerja malam itu selalu menyesap cangkir demi cangkir kopi diantara kertas-kertas dan mesin tiknya yang sudah seret. Beliau berkata: "Kopi itu memiliki cita rasa yang hampir sama dengan kehidupan, there's sweet, bitter and sometime sour. And to be here with you is the sweetest one." Beliau berkata seperti itu sambil matanya berkaca kaca. Saat itu aku masih SD dan belum tahu apa-apa mengenai kehidupan. Sejak kecil aku memang hanya tinggal dengan kakekku. Sekarang aku baru tahu apa maksudnya" - Vio

"Capucinno di Italia hampir hanya disajikan untuk makan pagi, seperti ucapan 'Buenos Dias' yang aku dapat dari pelanggan setia dipikiranku, kamu." -Awan

Dan ini adalah bagian terakhir dari cerpen saya yang diucapkan Awan :
"Aku mau hidup bahagia denganmu di setiap pagi di kopi Italia dan sepanjang hari diantara cangkir-cangkir kopi yang memberi kenangan. Aku harap kamu adalah secangkir kopi pagiku yang memberi semangat dan kopi senjaku yang menemaniku istirahat" - Awan

thanks for reading, kapan-kapan saya post cerpennya secara utuh kalau ada kesempatan, soalnya ini saya post lewat hp dengan harus super sabar (:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.