Belakang ini aku senang menulis surat, meski tanpa alamat tapi aku menujukannya padamu. Hujan belakangan datang tidak teratur, meningkatkan mood ku dengan sangat baik untuk menulis surat-surat ini. Aku tahu di dunia yang sebenarnya kau jarang sekali mendengar ceritaku, bahkan mungkin tidak pernah. Baik, aku sekarang akan mulai bercerita tentang mimpi-mimpiku. Mimpi yang paling dekat adalah lulus SMK dengan nilai yang memuaskan, lalu masuk perguruan tinggi negeri dan mendapat beasiswa. Kemudian aku ingin benar-benar mewujudkan keinginanku menjadi penulis, membuat buku. Semakin lama tulisanku semakin membaik dan dikenal. Dari situ aku dapat menyimpan sebagian penghasilan untuk mimpi yang lain, membuat coffee shop dan rumah baca tidak lupa mengadakan kelas menulis. Setelah aku tua, aku dapat menikmati alam, melakukan perjalanan yang aku harap dapat kunikmati bersamamu dan kita akan membuat buku tentang perjalanan tersebut, menjadi travel writer. Indah sekali, bukan? Aku akan sangat bahagia jika salah satu dari mimpi-mimpiku tersebut dapat tercapai. Terimakasih sudah bersedia meluangkan waktu untuk membaca surat ini :)
I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.
Komentar
Posting Komentar