Ulang
tahun barangkali bagi sebagian orang adalah pendar kembang api yang dinyalakan
saat jam sedang duabelas-duabelasnya. Seperti menyambut tahun yang baru dan
seolah-olah sesuatu yang baik akan terjadi setelahnya. Merobek tanggal terakhir
dan menemui tanggal yang baru adalah sedang menghitung mundur bom yang kita
tidak tahu kapan ia akan meledak. Padahal pada akhirnya tetap akan meledak. Dan kita? Mati. Tapi
orang-orang justru akan berbahagia. Menganggap bom yang meledak itu nantinya
adalah pendar-pendar kembang api. Dan kita? Lahir kembali.
Barangkali
pesta-pesta dan riuh rendah musik edm adalah bentuk syukur orang-orang bahwa
mereka masih diberi hidup sampai sekarang. Kalau nanti di akhirat mungkin
mereka tidak akan lagi merayakannya. Kau tahu? Karena hidup sesudah mati adalah
abadi. Siapa lagi yang peduli dengan umur?
Umur
duapuluh sekian adalah umur dimana orang rawan bunuh diri, Kurt Cobain
mengakhiri hidupnya di umur 27 tahun,bahkan Chairil Anwar mati di umur 26 walau tidak bunuh diri.
Semoga
hingar bingar saat kau berulang tahun adalah cara yang baik untuk menghindarkanmu
dari apa yang disebut dengan kesepian, yang pada akhirnya adalah salah satu
cara terbaik untuk bunuh diri, nomor dua setelah –kata Benz Bara—jatuh cinta.
Karena duapuluhdua adalah bilangan yang kecil, maka mari membuat sesuatu yang membesarkannya.
Agar jika tiba-tiba bom meledak, kau seperti Kurt Cobain, Chairil Anwar, dll
akan di kenang bahkan untuk waktu yang lebih lama dari durasi hidupmu. Aku
bukan berharap hal yang tiba-tiba itu terjadi, tetapi, seperti kata Aan
Mansyur, hidup selalu punya tetapi.
Komentar
Posting Komentar