Langsung ke konten utama

Ulang Tahun?

Ulang tahun barangkali bagi sebagian orang adalah pendar kembang api yang dinyalakan saat jam sedang duabelas-duabelasnya. Seperti menyambut tahun yang baru dan seolah-olah sesuatu yang baik akan terjadi setelahnya. Merobek tanggal terakhir dan menemui tanggal yang baru adalah sedang menghitung mundur bom yang kita tidak tahu kapan ia akan meledak. Padahal pada akhirnya tetap  akan meledak. Dan kita? Mati. Tapi orang-orang justru akan berbahagia. Menganggap bom yang meledak itu nantinya adalah pendar-pendar kembang api. Dan kita? Lahir kembali.
Barangkali pesta-pesta dan riuh rendah musik edm adalah bentuk syukur orang-orang bahwa mereka masih diberi hidup sampai sekarang. Kalau nanti di akhirat mungkin mereka tidak akan lagi merayakannya. Kau tahu? Karena hidup sesudah mati adalah abadi. Siapa lagi yang peduli dengan umur?
Umur duapuluh sekian adalah umur dimana orang rawan bunuh diri, Kurt Cobain mengakhiri hidupnya di umur 27 tahun,bahkan  Chairil Anwar mati di umur 26 walau tidak bunuh diri.

Semoga hingar bingar saat kau berulang tahun adalah cara yang baik untuk menghindarkanmu dari apa yang disebut dengan kesepian, yang pada akhirnya adalah salah satu cara terbaik untuk bunuh diri, nomor dua setelah –kata Benz Bara—jatuh cinta. Karena duapuluhdua adalah bilangan yang kecil, maka mari membuat sesuatu yang membesarkannya. Agar jika tiba-tiba bom meledak, kau seperti Kurt Cobain, Chairil Anwar, dll akan di kenang bahkan untuk waktu yang lebih lama dari durasi hidupmu. Aku bukan berharap hal yang tiba-tiba itu terjadi, tetapi, seperti kata Aan Mansyur, hidup selalu punya tetapi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.