Langsung ke konten utama

Aku Menginginkannya Secara Nyata



Telingaku hanya mampu menggapai sebatas mendengar suaranya tanpa mataku mampu berlama-lama memandang rupanya. Aku hanya mampu menikmati tawanya melalui udara, melalui angin yang aku dengar. Aku menginginkannya secara nyata, bisa tahu kalau dia sedang tesenyum walau tanpa bersuara. Aku ingin bersandar di pundaknya membagi apa yang aku rasakan, bukan hanya mendengar semangat-semangat yang bahkan aku tidak tahu bagaimana ekspresi wajahnya ketika mengucapkannya. Aku menginginkannya secara nyata. Bukan hanya melalui suara-suara. Aku ingin bertemu dengannya ketika rindu. Aku ingin memeluknya dengan erat. Aku ingin dia sering bertanya sambil tersenyum, seperti dulu. Seperti dulu yang pernah kami lakukan. Aku hanya ingin dia yang nyata bukan sekedar suara.

Komentar

  1. coba blog bisa kayak instagram, bakalan aku love deh

    BalasHapus
  2. Diplus satu dong kaka :3 anyway thanks for reading :3

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.