Telingaku hanya mampu menggapai
sebatas mendengar suaranya tanpa mataku mampu berlama-lama memandang rupanya.
Aku hanya mampu menikmati tawanya melalui udara, melalui angin yang aku dengar.
Aku menginginkannya secara nyata, bisa tahu kalau dia sedang tesenyum walau
tanpa bersuara. Aku ingin bersandar di pundaknya membagi apa yang aku rasakan,
bukan hanya mendengar semangat-semangat yang bahkan aku tidak tahu bagaimana
ekspresi wajahnya ketika mengucapkannya. Aku menginginkannya secara nyata. Bukan
hanya melalui suara-suara. Aku ingin bertemu dengannya ketika rindu. Aku ingin
memeluknya dengan erat. Aku ingin dia sering bertanya sambil tersenyum, seperti
dulu. Seperti dulu yang pernah kami lakukan. Aku hanya ingin dia yang nyata
bukan sekedar suara.
I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.
coba blog bisa kayak instagram, bakalan aku love deh
BalasHapusDiplus satu dong kaka :3 anyway thanks for reading :3
BalasHapus