Langsung ke konten utama

Aku Benci Batuk

AKU BENCI BATUK ! Batuk itu annoying!
Pas lagi upacara, semua peserta diem, saya? Batuk! Pas lagi pelajaran, temen-temen pada diem, saya? Batuk! Pas lagi sholat di mushola yang lain pada diem, saya? Batuk! Errr aku harus apaaaa?
Batuk adalah sesuatu yang sangat menyebalkan yang sangat mengganggu yang sangat tidak berperikedieman, dan yang sangat meminderkan. Harus nahan sejadi-jadinya padahal tenggorokan mau meledak, yang ada muka jadi merah, mata berair, dan pikiran galau setengah idup. Kalau seandainya saya bisa menghilangkan satu hal di dunia ini, hal pertama yang akan saya hilangkan adalah penyakit terutama batuk, kalau batuk adalah seorang manusia saya tidak akan pernah memeliharanya (?) kalau seandainya batuk adalah jelmaan Hideto Takarai saya ... mikir dulu deh huahehohaha tapi saya yakin batuk nggak akan sekeren dan seenak dilihat haido, batuk itu kalau ibarat makhluk hidup adalah kaktus, ya yang belum pernah batuk bayangin aja tenggorokan kalian dimasukin kaktus. Kejam. Tragis.
Batuk itu lebih nyesek dari ulangan kewirausahaan 30 halaman dan yang keluar materi yang nggak digarisbawahi, lebih nyesek dari dapet nilai empat ulangan seni rupa pilihan ganda, lebih nyesek dari kesasar di daerah yang nggak terjamah mahluk hidup dan penghuninya ufo berbadan tinggi gede dengan taring di kepala, dan berambut belalai penghisap manusia.
Sampai saat ini saya belum ketemu sama obat batuk yang efektif, efisien dan kondusif *kondusif apa cobak? Hih!* apa iya harus minum sianida biar bisa sembuh? *sianida apa lagi? Hih lagi!* entahlah... Yang jelas ARUM BENCI BATUUU UHUK UHUKKK UHUK UHUOKKK *pingsan*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.