Langsung ke konten utama

My Late Noon Day Dream

Pernahkan kalian berada dibawah tekanan yang sangat mengusik ? Pernahkan kalian berbicara dan tidak didengar ? Kecuali oleh orang yang benar-benar merasa membutuhkanmu.
Mungkin hal itu sangat mengganggu, membuat kita merasa tidak lagi dihargai. Mungkin terdengar klise tapi memang demikian adanya, belakangan saya mengalami hal-hal tersebut, apakah hal tersebut yang membuat kita menjadi seorang introvert? Menjadi seorang yang merasa tidak membutuhkan orang lain? Merasa bahagia dengan kehidupan kita sendiri? Tanpa peduli akan keberadaan orang lain.. Menjadi overaktif, menjadi cerewet di jejaring sosial tetapi menjadi pendiam di kehidupan nyata. Menjadi orang yang selalu menyibukkan diri dengan gadget saat berada di antara orang-orang banyak yang saling berkomunikasi. Dalam diam saya selalu mengamati bagaimana cara orang-orang bersosialisasi, bagaimana orang-orang menyampaikan pendapat, bagaimana orang-orang mengedepankan ego. Mau didengar tetapi tidak mau mendengar. Apakah orang-orang akan hidup secara individual pada akhirnya jika tidak ada yang mau mendengarkan? Atau hanya saya yang mengalami hal ini. "tidak didengar"?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.