Langsung ke konten utama

Sepotong Hati yang Kutitipkan


Sepotong hati yang berada dalam gelas-gelas di bar
Sepotong hati dalam cangkir-cangkir panas
Sepotong hati dalam kanvas-kanvas
Sepotong hati yang membentuk siluet jingga

Di ujung-ujung mercusuar
Di tepi-tepian ombak
yang dikarang oleh sastrawan
Semakin meninggi, menghambur bersama senja

Menguntai pada lampu-lampu remang
Cahaya memerah di jalan raya yang macet
Tergantung pada atap-atap apartemen
Melintang di sisi jalan layang

Aku ingin mengirimkan sepotong hati ini
Yang mungkin telah lama kau nanti
Sepotong hati yang tercecer di mana mana
Yang ada di setiap sudut kota

Jika nanti potongan ini telah sampai
Aku harap kau menyimpannya
Menyatukan dengan potongan yang kau bawa
Bersatu ... Begitu ... Biarkan begitu seterusnya

arum-01/28

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.