Langsung ke konten utama

#CeritadariKereta 15 November 2013



15 November 2013
Today is awesome! Hari ini saya berencana pulang nebeng temen saya tetapi unexpected thing came jadi setelah saya nunggu sampe abis Jumatan saya nggak jadi bareng and finally saya mencoba mengejar kereta yang jam tiga, saya turun dari trans Jogja saat hujan deras sekitar pukul setengah tigaan. Sampai di stasiun saya berharap masih dapat kereta jam 3 atau at least jam 4 tapi ternyata kereta yang terdekat jam 6 kurang
“Mas, ke Solo jam berapa” *balapan sama suara  hujan*
“czxfptsnnshht3#JKL*7&”
“APA MAS??”
“kafxgtrsddk#$kmcvxfr@#%”
*sialan nggak dengerrrrrrrrrrrr!* *nyodorin uang ke loket*
*masnya ngomong pake microphone*
“Mbak kereta jam 17.45 pembelian tiket dilayani pukul 15.45”
*saya bengong* *ngedumel dalam ati*
Itu lama banget kalo mau nunggu dan bisa-bisa sampai rumah malem tapi kalo mau balik kos sama aja hujan dan sampe sana sore juga. Akhirnya saya sms Kak Sat daaaaaaan nggak dibales. What the ~~! Saya telpon pun nggak diangkat dan akhirnya saya sms Mbak Arin daaaaaaaaaaan dibales *sujud syukur*. Setelah beberapa berkirim pesan dengan mbak Arin akhirnya saya tetep memutuskan untuk pulang. Saya beli jajan di indoma*ret dan ngantre beli tiket. Dan keretanya datang 3 jam lagi, untung juga udah biasa nungguin kamu bertahun-tahun jadi kalo cuman nungguin kereta tiga jam mah keciiiiiiiiiiil. Ehm jadi disana lumayan rame, banyak bule juga dari yang mirip Marq Marquez sampe yang mirip Jack Sparrow (dan super duper bau keringet). Ada juga Ibu muda dengan satu anak mengumpat sama mbak-mbak bule yang ngerokok di deket tulisan “NO SMOKING”. Dia bilang “Bulenya bego, ada tulisan no smoking tetep aja ngerokok.” Ada juga Ibu-ibu yang kayaknya sih guru duduk disamping saya dan biasalah nanya-nanya kuliah dimana, mau kemana, etc dan ternyata suaminya orang Boyolali juga! Beliau juga sempet curhhat kalo dulu tahun 80 an daftar di IKIP Jogja dan nggak diterima, yak ditolak emang pahit, Bu *puk-puk* setelah cukup lama nunggu eh Ibu tadi ketemu temen-temennya ditinggal lah saya #udah pengalaman ditinggalin #kudukuat
Kereta dataaaanggggg dan ngaret 15 menit. Oke. Saya mencoba sabar. Setelah kereta berangkat sekitar satu jam an kereta sampe di Stasiun Purwosari *sengaja diskip cerita di kereta nggak ada yang manarik* tapi to be honest saya merasa  keren sih pergi dari Jogja ke Solo naik kereta malam sendirian lagi, yah namanya jomblo kan harus mandiri kan ya? Iya. Di purwosari saya mulai berpikir bagaimana saya bisa sampai ke Boyolali dengan selamat tanpa diculik wewe gombel dan sejenisnya. Keluar stasiun ada sebuah angkot bayangan-bayangan tentang film horror Indonesia mulai datang tapi saya mencoba berpositif thinking dan naik angkot tersebut ternyata angkot itu emang angker, sopirnya angker rambutnya mirip Andhika Kangen Band tapi dikebelakangin, kulitnya lebih hitam dari kulit saya kayak habis jemur di pantai gitu. Saya turun di Kerten dan nunggu bus jurusan Solo-Semarang. Di dalam bus ada bapak-bapak yang joke nya mbuh abessssssssss
“Jare nang Kartasuro ono kerjaan, gajine sedino 300.”
“Katanya di Kartasura ada pekerjaan, gajinya sehari 300.”
“Kerjo opo? Sedino 300?”
“Kerja apa? Sehari 300?”
“Iyo e nang toko emas”
“Iya di toko emas.”
“Kerjo dadi opo?”
“Kerja jadi apa?”
“Dadi iku lho sing ngganti Semar e” *dengan muka datar
“Wooo, *** ki! Di rungokake tenanan lho!”
“Wooo, ***! Saya kira serius!”
HAHAHAHAHHAHAHAHAHA *mereka ketawa* *saya ikut senyum dikit*
Setelah beberapa lama akhirnya sampai di Boyolali and the worse moment is coming!  Saya bilang sama keneknya yang di belakang kalo saya mau turun di perempatan begitu sampai di depan rumah sakit saya baru disuruh ngomong sama sopirnya dan finally saya diturunin di jembatan yang gelap dan sepi WTF! Saya SMS Kak Sat yang katanya udah jemput sampai di perempatan Surowedanan setelah nunggu dan takut saya memilih jalan ke perempatan dan kakak udah ngejemput ke jembatan tadi. Akhirnya stelah beberapa waktu kami dipertemukan dan sampai rumah pukul setengah Sembilan. What a day!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A House

I'm imagining building a not really big yet cozy and very comfortable house where I'm surrounded by love and affection. It's designed to save me from any kind of broken heart. The roof is made of your messy hair and the room where I can take a rest is made of your arms. It's your hug.

Hmmm~

Kita akan saling berpelukan tanpa menuntut apa-apa Jangan selamatkan saya Karena pelukanmu adalah tempat paling aman bahkan saat saya tenggelam Kita akan saling merindu Kamu pasti ingat rasanya itu Kita duduk berjauhan dan mencuri pandang berharap segera saling menggenggam tangan Hingga tiba saatnya kamu tersenyum beberapa senti saja di samping saya Kemudian merrapikan rambut saya yang mungkin kamu gemas karena daritadi berantakan Saya akan tertidur di bangku tempat kita makan siang dan kamu mengusap kepala saya Kamu mengantarkan saya malam harinya dan saya memasang muka tidak rela karena waktu merebut kamu dari saya Tapi kamu mencium kening dan sekali lagi menepuk lembut bahu saya sambil meyakinkan, besok dan besoknya dan besoknya kita bertemu lagi Kamu sangat tenang dan di hari itu dan selanjutnya saya bangga berkata pada teman-teman bahwa sayalah perempuan paling bahagia

~~~

It's been along time since the last time seating in front of someone in a coffee shop talking about books and their author, sharing some similar jokes, planning about going to a concert, flirting each other and doing other couple do like in a romance book. I ordered cappuccino at our first date, he ordered cafe latte. "May I have the sugar?"when he saw I did't pour it to my glass. Since then I knew that I didn't need sugar anymore to make my life sweet. But just now, I feel its bitterness. He had taken all my sugar.